PPG Prajabatan Skema Baru 2022, panduan dan syarat

PPG Prajabatan Skema Baru 2022, panduan dan syarat

PPG Prajabatan Model Baru 2022

  1. PPG Prajabatan nantinya akan digabung dengan Prajabatan CASN dimana setelah resmi menjadi ASN maka otomatis akan menerima sertifikat PPG dan kembali bertukas pada satuan unit kerja masing-masing sesuai SK penugasan.
  2. Khusus untuk lulusan PPPK harus mengikuti tahapan PPG Dalam Jabatan tidak bisa mengikuti PPG Prajabatan dengan ketentuan lulusa pratest, bagi yang ingin mendaftar silahkan mendaftar ke link https://gtk.belajar.kemdikbud.go.id/

Standar Tes Seleksi Masuk PPG Prajabatan

  1. Tes Penguasaan Konten
  2. Tes Literasi dan Numerasi
  3. Tes Kepribadian 
  4. Wawancara

Khusus Fresh Graduate Guru untuk bisa mengikuti PPG harus lulus CPNS atau mengajar dan mengikuti PPPK, atauran baru ini akan mempersulit lulusan baru untuk langsung PPG dan memberikan keuntungan bagi yang lulus CPNS karena setelah prajabatan selesai bisa langsung mendapatkan sertifikat PPG tanpa harus mengikuti proses PPG dalam jabatan yang memakan waktu 2-5 tahun masa kerja.

Kesimpulan dari PPG Prajabatan Model baru ini hanya untuk lulus CPNS yang baru lulus dan nantinya program prajabatan yang lama akan diganti langsung dengan PPG, setelah dilantik menjadi ASN maka otomatis akan mendapatkan sertifikat, namun tidak menutup kemungkinan bagi CPNS yang dinyatakna tidak memenuhi kriteria kelulusan PPG bisa mengikuti PPG Prajabatan ulang.

Jenis Pendidikan Profesi Guru

Hingga saat ini, jenis PPG dibagi menjadi dua. Pertama adalah PPG pra jabatan dan kedua adalah PPG dalam jabatan.

1. PPG Prajabatan

PPG prajabatan ditujukan untuk mereka lulusan S1 atau D4 Jurusan Kependidikan maupun Non kependidikan yang belum mulai mengajar atau menjadi guru. Benar, lulusan S1 atau D4 yang dari jurusan non kependidikan tetap bisa mengajar. Namun mereka tetap harus melewati beberapa proses PPG Prajabatan.

Jenis PPG prajabatan dapat diikuti di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan atau LPTK terdekat. Namun perlu dipahami, LPTK yang Anda tuju harus sudah ditunjuk oleh Kemendikbud dan memang membuka program studi yang sesuai dengan jurusan Anda atau bidang studi yang telah Anda pelajari sebelumnya di bangku kuliah.

2. PPG Dalam Jabatan

PPG dalam jabatan ditujukan untuk lulusan S1 atau D4 dari jurusan Kependidikan atau Non kependidikan yang sudah memiliki status sebagai guru di satuan pendidikan. Status guru tersebut bisa berupa PNS dan juga Non PNS, yang terpenting sudah mengajar dan sudah terdata di data pokok pendidikan.

Syarat Pendidikan Profesi Guru

Apabila Anda sudah yakin ingin mengikuti program PPG, maka Anda perlu memenuhi beberapa syarat berikut ini. Di bawah ini adalah persyaratan Pendidikan Profesi Guru secara umum.

1. Harus berasal dari lulusan S1 atau D4 perguruan tinggi dan program studi yang sudah terakreditasi minimal B berdasarkan AIPT.
2. Berusia maksimal 30 tahun, terhitung sejak tanggal 31 Desember di tahun Anda mendaftar.
3. Sudah terdaftar di PDDIKTI atau sudah tercantum di pangkalan data program studi PPG

Berikut ini, penulis akan menjelaskan beberapa persyaratan PPG berdasarkan jenisnya.

1. PPG Prajabatan

– Scan biodata mahasiswa asli
– Scan ijazah dan juga transkrip nilai
– Pas foto dengan ukuran 4×6 memakai kemeja formal berwarna putih, menggunakan dasi warna hitam, latar belakang foto berwarna biru untuk laki-laki dan warna merah untuk perempuan.
– Scan KTP asli dan juga KK terbaru
– Scan surat keterangan sehat jasmani maupun rohani serta surat bebas NAPZA dari BNN
– Lampiran SKCK dari kepolisian
– Membayar biaya pendaftaran sejumlah Rp. 300.000. Anda bisa membayarnya melalui BTN atau BNI

Apabila ada perubahan syarat yang harus dipenuhi, Anda bisa mencari informasi validnya di website Kemendikbud atau LPTK yang Anda tuju.

2. PPG Dalam Jabatan

Berikut adalah Persyaratan Umum yang perlu Anda penuhi:

– Lulusan S1 atau D4
– Sudah menjadi guru dan telah diangkat sampai bulan Desember 2015
– Guru dalam jabatan di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, daerah, maupun pendidikan oleh masyarakat.
– Telah terdaftar di Dapodik minimal dari tanggal 31 Juli 2017.
– Mempunyai NUPTK atau nomor unik tenaga kependidikan atau pendidik.
– Melengkapi semua persyaratan dokumen.
– Berusia maksimal 58 tahun dihitung dari tanggal 31 Desember di tahun Anda mendaftar

Persyaratan Berkas:

– Fotokopi ijazah pendidikan terakhir Anda yang sudah dilegalisir oleh perguruan tinggi terkait.
– Fotokopi SK pengangkatan pertama dan pengangkatan 2 tahun sebelumnya. Untuk Guru Tetap Yayasan atau GYT, SK pengangkatan berasal di yayasan terkait.
– Fotokopi SK mengajar asli
– Surat izin dari kepala sekolah Anda untuk menjadi mengikuti PPG
– Surat pakta integritas dari masing-masing peserta PPG bahwa berkas yang dikumpulkan bisa dipertanggungjawabkan.

Sistem Pembelajaran PPG

Secara umum, sistem pembelajaran PPG yang dilakukan yaitu dengan melakukan perkuliahan tatap muka, peer teaching, praktikum, ujian kompetensi, dan juga praktik pengalaman mengajar. Adapun yang membedakan sistem pembelajaran PPG dalam jabatan yaitu terdapat perkuliahan yang dilakukan secara daring. Sebab, merek terbentur dengan tanggung jawab dan juga tugas sebagai guru di sekolahan. Sehingga sistem pembelajaran secara daring dilakukan di awal program. Setelah Anda dinyatakan sebagai peserta yang dapat mengikuti PPG dalam jabatan.

Lalu, peserta PPG dalam jabatan mengikuti orientasi mahasiswa PPG di LPTK masing-masing. Setelah itu baru bisa mengikuti perkuliahan tatap muka. Dari kegiatan orientasi dan uji kompetensi kurang lebih dilakukan selama tiga bulan. Namun setelah adanya pandemi Covid-19, semua sistem pembelajaran dilakukan secara daring.

Biaya Pendidikan Profesi Guru

Selain harus menyiapkan mental dan fisik, Anda juga perlu menyiapkan dana untuk mengikuti PPG. Dana tersebut termasuk biaya kuliah, konsumsi, kos, dan administrasi selama masa pembelajaran. Apabila Anda mengikuti PPG prajabatan, maka setiap semester harus mengeluarkan dana sejumlah Rp. 7.500.000 sampai Rp. 9.500.000 untuk biaya kuliah. Sedangkan biaya yang lainnya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda sendiri.

Biaya tersebut sudah dihitung dan telah disepakati oleh Kementerian Riset dan Teknologi dan juga Asosiasi Rektor LPTK dari masing-masing daerah. Pihak pemerintah tidak memberikan subsidi apapun bagi peserta PPG prajabatan. Sebab, program tersebut ditujukan untuk masyarakat secara umum yang memang ingin menjadi guru.
Sedangkan PPG dalam jabatan tidak kenakan biaya. Sebab, biaya mereka sudah disediakan oleh APBN atau APBD yang telah dibayarkan ke LPTK masing-masing. Anda hanya perlu menyiapkan biaya untuk kebutuhan Anda sendiri.

Itulah beberapa penjelasan mengenai PPG prajabatan dan dalam jabatan beserta biayanya. Untuk Anda yang ingin mengikuti PPG, silahkan untuk memilih sesuai dengan kapasitas Anda.


YouTube player

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *